Mungkin, tertolak dalam SNMPTN adalah hal yang paling bikin galau hampir seluruh pelajar SMA/SMK/MA/MAK/Sekolah Swasta saat ini. Ya gimana nggak galau coba? Satu tiket untuk melenggang bebas ke universitas impian tanpa tes, malah melayang. Duh!
Tapi teman, cobalah berpikir positif, hilangkan kesedihan, kekecewaan. Nangis boleh, kecewa boleh, sedih boleh, karena itu manusiawi. Justru dengan menangis, kita bisa sedikit merasa lega. Air mata akan membantu kita untuk mengumpulkan energi yang sudah tersita oleh rasa kecewa. Menangis, menangislah! Tapi jangan terlalu lama. Kecawa, silahkan! Tapi jangan terlena. Bangkit, tersenyum lagi, belajar lebih giat lagi, berdoa, dan setiap hari katakan pada diri sendiri "Aku pasti bisa menaklukkan SBMPTN".
Wahai para pejuang SBMPTN. Mulai dari sekarang, susunlah strategi, buatlah planning, tetapkan target, tuliskan secara detil apa yang harus kalian lakukan. Selain itu belajarlah. Untuk soal hitung-hitungan dan TPA, saya sarankan banyak latihan soal. Dan untuk soal hafalan, banyak membaca akan sangat membantu kalian. Buat ringkasan seringkas-ringkasnya, buat mind map serapih-rapihnya, kalo bisa diwarnain pake spidol, biar semangat belajarnya. Kalo kalian les, berangkat terus, jangan males. Tapi kalo nggak les, coba cari-cari soal SBMPTN di internet. Banyak banget kok website yang menyediakan, sekalian kunci jawabannya. Kerjakan soal itu, terus cocokkan sama kuncinya, dan lihat hasilnya.
Lalu, untuk mengintensifkan dan mengefektifkan, kita harus membuat jadwal belajar. Hari ini harus belajar apa, besok apa, dengan durasi berapa jam, istirahatnya berapa menit. Selain itu, kita juga harus mengadakan semacam tes kecil-kecilan, untuk mengukur sejauh mana materi yang kita kuasai. Lakukan evaluasi di setiap saat. Cari tahu juga, mana materi yang sudah kita kuasai, mana yang belum. Jika belum menguasai, belajar lebih giat lagi. Namun, jika ada materi yang sudah dikuasai, jangan merasa puas dulu, tetap belajar, tapi kadarnya dikurangi.
Mungkin, saya tidak merasakan pahitnya kekecewaan karena tertolak dalam SNMPTN, karena Alhamdulillah saya sudah diterima di jurusan Hubungan Internasional UGM. Tapi saya tahu, bagaimana sakitnya kegagalan di masa lalu. Namun, kegagalan itu bukan menjadi alasan untuk berhenti, melainkan saya jadikan titik tolak untuk berusaha lebih keras lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar